Detail Cantuman Kembali
Studi Penggunaan Obat Pada Pasien Kanker Kolorektal (Penelitian Dilakukan Di Rumah Sakit TNI-AL Ramelan Surabaya)
Kanker kolorektal merupakan gangguan proliferasi dan diferensiasi sel pada saluran pencernaan makanan yang paling banyak ditemui. Pengobatan kanker dapat dilakukan melalui pembedahan, radioterapi, kemoterapi, atau kombinasi metode tersebut. Pada penderita kanker kolorektal, metode pengobatan tersebut untuk menyembuhkan, mengurangi gejala dan memperpanjang lama hidup pasien. Namun yang harus diperhatikan pada penggunaan kemoterapi adalah timbulnya berbagai efek samping yang serius seperti kerontokan rambut, mual dan muntah, mielosupresi, serta gangguan fertilitas.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pola penggunaan obat pada pasien kanker kolorektal, kaitan data laboratorium untuk dasar diagnosa serta pemilihan terapi dan kemungkinan adanya masalah terkait obat. Penelitian dilakukan secara retrospektif dengan menggunakan data RMK pasien yang diambil pada Januari 2006 s.d Desember 2007.
Data pasien yang memenuhi kriteria inklusi selama kurun waktu tersebut adalah 35 data pasien yang terdiri dari 24 pasien laki-laki (69 %) dan wanita 11 pasien (31 %), dengan distribusi usia < 40 tahun 4 pasien (11,4 %), 41-50 tahun 5 pasien (14,3 %), 51-60 tahun 12 pasien (34,3 %), usia 61-70 tahun 11 pasien (31,4 %) dan >70 tahun 3 pasien (8,6 %). Faktor risiko yang dapat diidentifikasi dari penyakit penyerta pasien adalah kolitis ulseratif dan diabetes mellitus. Lokasi kanker kolorektal yang terbanyak adalah di rektum (45,7 %).
Regimen kemoterapi terbanyak digunakan adalah leucovorin-fluorouracil. Obat untuk mengatasi efek samping: (i) mual-muntah yaitu metoklopramid (36,4%), ondansetron (4,5 %), tropisetron (4,5 %), deksametason (38,6 %); (ii) diare yaitu loperamid HC1 (6,8%), attapulgit (2,3%); (iii) stomatitis yaitu povidon iodin; (iv) anemia yaitu transfusi PRC (2,3 %), preparat besi (2,3 %). Serta terapi lain yang diterima pasien berdasarkan gejala dan komplikasi yang menyertai.
Dari penelitian ini dapat disarankan beberapa hal sebagai berikut : (1) melakukan pemantauan yang intensif untuk mengetahui efek samping yang timbul, interaksi obat dan keberhasilan terapi; (2) mengingat pengobatan pada pasien kanker kolorektal khususnya dengan kemoterapi dilakukan dalam jangka waktu lama, maka perlu dilakukan konseling kepada pasien agar melakukan kemoterapi secara kontinu untuk mendapatkan basil yang optimal.
Ristiyani, Lisa - Personal Name
6B.S Ris s
6B.S Ris s
Text
Indonesia
Fakultas Farmasi UNAIR
2008
Surabaya
xiv, 192p.; 29,5cm
LOADING LIST...
LOADING LIST...







